DENGAN IT MELAWAN KEMISKINAN
Aktivis IT di dunia tengah gencar-gencarnya mencanangkan dua tujuan utama yaitu ICT for property dan ICT for development. Dua tujuan yang selaras untuk mengatasi bagaimana meningkatkan kehidupan manusia melalui teknologi dan informasi terutama di negara yang berkembang. IT diharapkan mampu membantu mengentaskan kemiskinan dan mempercepat pembangunan di negara-negara berkembang. Era komunikasi dan teknologi mulai mempengaruhi sendi-sendi kehidupan kita baik dalam keperluan pribadi, bisnis, pekerjaan, pendidikan, dan hiburan. Sebagai negara berkembang Indonesia telah memiliki prestasi di mata dunia. Mahasiswa Indonesia dikenal mampu menciptakan teknologi komunikasi yang tepat guna, murah dan efisien sesuai dengan kondisi negara berkembang.
Pakar IT dari ITB Onno W Purbo menggerakkan kegiatan mengentaskan kemiskinan melalui IT dengan kegiatan internet murah, pendidikan IT murah kepada rakyat miskin, sosialisasi software open source selama lima tahun terakhir ini. Pendidikan IT murah ini antara lain telah diberikan pada negara-negara seperti Thailand, Qatar, Timor Leste, Denmark, Kanada, dan juga Amerika.
Berdasarkan pengalaman selama berinteraksi dengan negara-negara berkembang lainnya maka orang Indonesia cenderung berpikir secara kreatif tentang bagaimana menciptakan teknologi yang murah dan mudah. Oleh karena itu, Indonesia dijadikan rujukan oleh negara lain untuk teknologi yang efektif dan berbiaya rendah. Salah satu kendala yaitu regulasi dalam penggunaan frekuensi radio sehingga banyak riset yang terhenti karena regulasi pemerintah yang tidak membebaskan implementasi teknologi terobosan baru seperti telepon murah VOIP atau sentral protocol rakyat yang berbiaya rendah. Diharapkan hal ini mampu diterapkan untuk meringankan biaya akses informasi dan komunikasi yang akhirnya dapat membantu meringankan biaya bagi masyarakat di masa mendatang. Memudahkan masyarakat untuk mengakses informasi sumber daya sehingga membantu mengentaskan kemiskinan. Secara sederhana ICT for property dan ICT for development ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi dan komunikasi secara murah bahkan gratis. Contoh internet murah RT-RW net, Antena wajan, dan telepon di atas internet ketiganya dicetuskan oleh Indonesia.
Tanggapan narasumber: Cara paling murah adalah melalui sekolah, pada saat ini ada buku sekolah elektro yang gratis. Hambatan yang dihadapi bagaimana mendidik gurunya, ketersediaan komputer, listrik masuk sekolah. Secara umum hambatannya adalah mereka tidak tahu solusi yang murah seperti terminal server, PC cloning (dimana ada PC pusat dengan PC yang kecil-kecil) dan sudah dilakukan riset oleh AOSI (Asosiasi Open Source Indonesia).
Mekanisme IT Untuk Mengentaskan Kemiskinan
Dengan IT masyarakat jadi lebih pintar misalnya dengan E-Learning, mencari ilmu dengan lebih murah. Diknas yang memberi soal buku elektronik gratis dengan mengambil melalui internet VOIP yang ditambahkan alat-alat tertentu akan bisa menjadi Playstation GSM Celullar Open Source.
Bagaimana Modul Konkrit Mengentaskan Kemiskinan
Negara Qatar menyatakan hal ini dapat dilakukan melalui cellular misalnya SMS, contohnya di Negara India BABAJOBS.com yang menyediakan fasilitas pencarian lowongan kerja melalui SMS. Jadi perkembangan selanjutnya adalah melalui handphone yang saat ini telah dimiliki banyak orang.
Regulasi Yang Diharapkan Ke Depan
Teknologi makin hari makin mudah untuk dioperasikan dan murah. Pada saat ini regulasi mengarah pada operator ke arah suplay industri bukan pada teknologi informasi. Teknologi di atas internet yang mampu dibuat sendiri oleh masyarakat, saat ini central phone lebih mampu dijangkau dengan harga 10 juta yang memiliki kemampuan enam kali daripada telkom. Kalau kita bisa memberikan solusi apa saja kepada masyarakat kecil pasti akan bermanfaat bagi seluruh dunia. Jangan sampai rakyat kecil disingkirkan sebagai contoh bagi dunia.